settia

Senin Wasbang, Babinsa Kodim 0204/DS Gugah Kesadaran Berbangsa Siswa SMP Yayasan AKP

 Sebagai bentuk tanggungjawab terhadap masa depan generasi muda, para Babinsa jajaran Kodim 0204/DS terus menjaga komitmen untuk menjalankan kewajiban memalui program serbuan teritorial harian ke warga binaan.

Termasuk menjaga rasa nasionalisme generasi muda. Melalui program serbuan teritorial Senin Wasbang (Wawasan Kebangsaan), para Babinsa menanamkan rasa cinta tanah air kepada para siswa di sekolah.

Seperti yang dilakukan Sertu Nasrun. Babinsa Koramil 18/GL itu memberikan materi mengenai cinta tanah air dan nasionalisme kepada para siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Awal Karya Pembangunan (AKP) Galang.

Pada kesempatan itu, Sertu Nasrun memaparkan tentang makna dari butir-butir Pancasila yang harus dijadikan landasan dalam kehidupan sehari-hari.

Sertu Nasrun mencontohkan para siswa harus tekun dalam menuntut ilmu, menghormati guru dan orangtua dan menyayangi sesama teman.

"Jiwa nasionalisme harus kita tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari dengan tekun belajar, menghormati guru dan orangtua serta menyayangi sesama teman tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA)," pesannya kepada siswa. 

Kapten Inf Amir Nasution Wakili Dandim 0204 / DS Hadiri Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30



 Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Deliserdang, Senin (27/4/2026).

Bupati membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asda Cita” peringatan tahun ini dimaknai sebagai simbol kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama,” ucap Bupati membacakan amanat Mendagri.

Dalam amanat tersebut juga turut disampaikan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan otonomi daerah. Pertama, integrasi perencanaan dan penganggaran pusat dan daerah guna menghindari tumpang tindih program serta meningkatkan efektivitas pembangunan. Kedua, reformasi birokrasi berbasis outcome yang diperkuat digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah. Birokrasi harus berorientasi pada hasil nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar penyerapan anggaran.

Ketiga, penguatan kemandirian fiskal daerah agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer pusat. Keempat, peningkatan kolaborasi antar daerah dalam menyelesaikan persoalan lintas wilayah seperti transportasi, lingkungan, dan pengelolaan sampah.

Kelima, fokus pada pelayanan dasar dan pengentasan ketimpangan, terutama akses pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta perlindungan sosial. Keenam, penguatan stabilitas dan ketahanan daerah dalam menghadapi tantangan global seperti krisis ekonomi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan evaluasi terhadap kondisi Kabupaten Deli Serdang. Meski angka kemiskinan tercatat paling rendah yakni sebesar 3,11 persen berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka masih tergolong tinggi di Provinsi Sumatera Utara.

Bupati juga menyoroti belum diraihnya penghargaan dalam ajang apresiasi pemerintah daerah tingkat Sumatera, serta masih adanya tantangan lain seperti inflasi, kualitas pendidikan, hingga stunting.

Ia menginstruksikan agar seluruh perencanaan pembangunan daerah terintegrasi dan selaras dengan indikator nasional seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran terbuka (TPT), dan penurunan stunting. Peran Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) juga ditegaskan sebagai motor utama perencanaan pembangunan daerah.

“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Ke depan, kita harus bekerja minimal dua kali lebih keras dari tahun sebelumnya, tanpa ego sektoral antar perangkat daerah,” tegasnya.

Menutup arahannya, Bupati mengingatkan seluruh jajaran agar setiap kegiatan pemerintahan dilaksanakan secara efisien dan tidak berlebihan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, serta memastikan setiap penggunaan anggaran memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga semangat otonomi daerah terus mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Menurut Sertu Agusnawan, Babinsa Koramil Lubuk Pakam, kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga selesai.

" Kegiatan aman dan lancar hingga selesai," ucapnya.

Hadir dalam giat Bupati Deliserdang Dr H Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati DS Lom Lom Suwondo SS, Sekda kab Deliserdang Dedi Maswardi, Mewakili Dandim 0204 / DS, Plh. Danramil 20/TK Kapten Inf Amir Nasution, WaKapolresta Deliserdang AKBP Juli prihatini, Mewakili Kajari Deliserdang kasi Intel Hendra SH dan unsur lainnya.


Babinsa Koramil 16/DMS Gelar “Sabtu Bersih” di Wilayah Binaan

Babinsa Koramil 16/DMS, Kodim 0204/DS, Kopka MPY Sihombing bersama warga melaksanakan kegiatan gotong royong di desa binaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Serbuan Teritorial “Sabtu Bersih” dengan fokus pada pembersihan lingkungan, seperti pengorekan parit dan pembersihan permukaan tanah yang ditumbuhi rumput liar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan desa yang bersih dan indah, sekaligus mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat di wilayah binaan.

Koramil 02/ Kutalimbaru Tumbuhkan Semangat Gotong Royong


 Babinsa Koramil 02/Kutalimbaru jajaran Kodim 0204/DS, bersama warga Dusun II, Desa Sawit Rejo, Kecamatan Kutalimbaru,Kabupaten Deliserdang melakukan kegiatan gotong- royong bersama Sabtu
Hal ini menunjukkan bahwa sinergitas warga dengan Babinsa Koramil Kutalimbaru semakin kuat dalam membangun komunikasi sosial. Kegiatan  difokuskan dengan membersihkan dan merapikan rumput-rumput dan sampah-sampah di kanan kiri jalan agar selalu bersih. Warga dan Babinsa juga membersihkan parit untuk mengantisipasi banjir.

Kegiatan gotong royong ini juga merupakan sarana menumbuhkan semangat kepedulian terhadap lingkungan sekitar ditengah masyarakat dan kebersamaan.

Serka Sugianto Tarigan Babinsa Koramil 02/KTB Kodim 0204/DS mengatakan disini lah kedekatan seorang Babinsa dan bekerja sama serta kepedulian untuk kepentingan warga masyarakat binaannya sehingga tercipta hubungan silahturahmi yang kuat menumbuhkan semangat gotong- royong.

"Semangat gotong -royong merupakan warisan nenek moyang kita yang harus terus di pelihara dan di lestarikan,kebersihan desa dan dusun merupakan cerminan warga tentang kepedulian dengan lingkungan di sekitar kita," pungkasnya.

Gelar Sabtu Bersih di Biru-Biru, Bukti Peduli Babinsa Kodim 0204/DS di Desa Binaan

Para Babinsa jajaran Kodim 0204/DS terus menunjukkan komitmen peduli terhadap warga Desa Binaan. Melalui berbagai program serbuan teritorial harian, mereka terus hadir di tengah warga.

Seperti yang ditunjukkan Serda Anas M Soleh. Babinsa Koramil 04/SBB itu melaksanakan kegiatan gotong royong bersama warga Desa Namosuro Baru, Kecamatan Sibirubiru, Kabupaten Deliserdang, Sabtu.

Melalui kegiatan Sabtu Bersih itu, Serda Anas bersama warga membersihkan kiri dan kanan badan jalan Desa Namosuro Baru. Secara bergotong royong sampah dan tanaman liar dalam tempo singkat berhasil dibersihkan.

Kepada warga Serda Anas berpesan untuk selalu melaksanakan gotong royong untuk tetap menjaga kebersihan desa. Bahkan tidak hanya untuk menjaga kebersihan, dalam rangka menjaga keamanan lingkungan juga harus dilaksanakan secara bersama-sama.

Menurutnya, sebagai salah satu budaya warisah leluhur bangsa, gotong royong memiliki makna luhur. 

"Tidak hanya membuat pekerjaan menjadi lebih ringan, gotong royong juga dapat dijadikan sana silaturahmi untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan antar warga," ujarnya.

Serda Anas juga berharap agar warga tetap menjaga kebersihan sengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air seperti parit maupun sungai.

Koramil 02/ Kutalimbaru Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

 


Babinsa Koramil 02/Kutalimbaru jajaran Kodim 0204/DS, bersama warga Dusun II, Desa Sawit Rejo, Kecamatan Kutalimbaru,Kabupaten Deliserdang melakukan kegiatan gotong- royong bersama Sabtu

Hal ini menunjukkan bahwa sinergitas warga dengan Babinsa Koramil Kutalimbaru semakin kuat dalam membangun komunikasi sosial. Kegiatan difokuskan dengan membersihkan dan merapikan rumput-rumput dan sampah-sampah di kanan kiri jalan agar selalu bersih.


Warga dan Babinsa juga menimbun lubang-lubang jalan serta membersihkan parit untuk mengantisipasi banjir.

Kegiatan gotong royong ini juga merupakan sarana menumbuhkan semangat kepedulian terhadap lingkungan sekitar ditengah masyarakat dan kebersamaan.

Serka Sugianto Tarigan Babinsa Koramil 02/KTB Kodim 0204/DS mengatakan disini lah kedekatan seorang Babinsa dan bekerja sama serta kepedulian untuk kepentingan warga masyarakat binaannya sehingga tercipta hubungan silahturahmi yang kuat menumbuhkan semangat gotong- royong.


“Semangat gotong -royong merupakan warisan nenek moyang kita yang harus terus di pelihara dan di lestarikan,kebersihan desa dan dusun merupakan cerminan warga tentang kepedulian dengan lingkungan di sekitar kita,” pungkasnya.

Fakta Lapangan Bangun Purba: Bantah Keterlibatan TNI, Isu Judi Dadu Hanya Narasi 'Menjatuhkan nama baik Institusi TNI AD'

 Kabar miring yang sempat viral di platform TikTok dan media online Metroinvestigasi News terkait dugaan keterlibatan oknum TNI-AD dalam aktivitas perjudian dadu putar di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan penyelidikan mendalam di lapangan, tuduhan tersebut dipastikan tidak berdasar dan diduga sengaja diembuskan untuk kepentingan tertentu.

Pada Sabtu , sebuah tim telah diterjunkan untuk menyisir lokasi yang dituduhkan di Desa Bandar Meriah. Hasilnya mengejutkan; aktivitas perjudian dadu putar yang dinarasikan sebagai kegiatan masif ternyata sudah berhenti total sejak dua minggu lalu.

Sopian Saragih, seorang warga yang berprofesi sebagai pedagang keliling di desa tersebut, menjelaskan bahwa permainan dadu yang sempat ada bukanlah kegiatan terorganisir di bawah bekingan militer, melainkan fenomena sosial-budaya.

"Itu sudah tutup dua minggu. Perlu dipahami, bagi kami suku Karo, permainan seperti itu terkadang muncul spontan di warung kopi saat ada pesta adat atau suasana kemalangan. Itu tradisi turun-temurun, bukan operasi besar yang dikelola oknum tentara," tegas Sopian.

Klarifikasi utama dalam penyelidikan ini tertuju pada sosok Koptu Esron Saragih, atau yang akrab disapa Papang. Nama personel TNI ini kerap diseret dalam narasi berita viral karena keberadaannya yang sering terlihat di lokasi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan alasan yang sangat manusiawi: Koptu Esron adalah putra asli Desa Bandar Meriah. Lebih dari itu, warung kopi yang dituduh sebagai lokasi judi adalah milik kakak kandungnya sendiri.

"Hanya karena dia sering datang ke warung kakaknya, lalu muncul asumsi negatif. Padahal dia pulang kampung ke desa halamannya sendiri. Tuduhan bahwa dia membekingi adalah fitnah," tambah Sahat Ketaren, seorang petani setempat yang juga menjadi narasumber investigasi.

Penyelidikan ini juga mengungkap sisi gelap di balik masifnya pemberitaan tersebut. Ada indikasi kuat bahwa viralnya berita di media sosial dan portal berita tertentu merupakan bentuk upaya mencoreng dan menjatuhkan nama baik insitusi TNI AD.

Analisa lapangan menunjukkan bahwa dengan mencatut nama besar institusi TNI-AD, berita tersebut diharapkan memiliki daya tekan yang tinggi. Namun, penyelidikan justru menemukan bahwa pengendali lapangan yang sebenarnya adalah warga sipil berinisial TG, seorang pengusaha kelapa sawit dari wilayah tetangga, bukan oknum militer dari jajaran Kodim 0204/DS.

Dengan fakta-fakta yang ditemukan, berita yang viral di media sosial tersebut terbukti sebagai narasi sepihak tanpa verifikasi yang kuat. Kondisi di Kecamatan Bangun Purba saat ini dipastikan aman dan kondusif, sementara pihak-pihak yang namanya dicatut tengah mempertimbangkan langkah-langkah untuk memulihkan nama baik mereka dari tuduhan yang tidak berdasar.