Maraknya kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang belakangan meresahkan warga mendorong TNI melalui Kodim 0204/Deli Serdang (DS) bersinergi dengan organisasi masyarakat FKPPI mengintensifkan patroli Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di wilayah Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Selasa malam (3/2/2026).
Patroli digelar mulai pukul 21.00 WIB hingga menjelang tengah malam, dengan menyasar kawasan perkantoran Pemerintah Kota Tebing Tinggi serta lingkungan sekitarnya yang dinilai rawan gangguan keamanan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara aparat teritorial dan elemen masyarakat dalam menekan angka kriminalitas sekaligus menghadirkan rasa aman di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap tindak kejahatan malam hari.
Dalam patroli tersebut, Kodim 0204/DS menurunkan personel yang dipimpin Serma Bambang Edy Gunawan, didukung enam prajurit TNI. Sementara itu, dua anggota FKPPI turut bergabung memperkuat pengamanan dan interaksi langsung dengan warga.
Kehadiran gabungan TNI dan FKPPI di tengah lingkungan permukiman diharapkan mampu memberikan efek preventif terhadap potensi kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor yang kerap terjadi pada jam-jam rawan.
Selain menyusuri titik-titik strategis, patroli Poskamling juga dimanfaatkan sebagai sarana membangun kedekatan sosial antara aparat dan masyarakat. Aparat memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mengaktifkan kembali sistem keamanan berbasis warga.
Tak hanya menyasar curanmor, patroli juga difokuskan pada upaya pencegahan kenakalan remaja yang belakangan dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Melalui kegiatan tersebut, aparat mendorong tumbuhnya rasa tanggung jawab kolektif warga dalam menjaga keamanan lingkungan sebagai benteng awal pencegahan tindak kriminal.
Hingga patroli berakhir sekitar pukul 23.50 WIB, situasi di wilayah Pemerintah Kota Tebing Tinggi terpantau aman dan kondusif tanpa ditemukan gangguan keamanan yang menonjol. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan terkendali.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, dokumentasi kegiatan turut dilampirkan dan laporan disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.





































