Pembangunan jembatan gantung di Dusun II, Desa Mariah Padang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, terus berjalan. Hingga Sabtu (26/9/2026), progres pembangunan jembatan yang menjadi akses penghubung antarwilayah tersebut telah mencapai 40 persen.
Jembatan gantung dengan panjang 30 meter dan lebar 1,8 meter itu dibangun untuk menghubungkan Desa Mariah Padang, Kecamatan Tebing Tinggi, dengan Desa Banten, Kecamatan Dolok Masihul.
Selain menjadi akses penghubung bagi masyarakat, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian. Sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) menjadi penerima manfaat dari pembangunan fasilitas tersebut.
Pada Sabtu, proses pembangunan difokuskan pada pemasangan mal tiang depan. Pekerjaan melibatkan dua personel TNI, satu personel Pemerintah Desa, serta enam warga masyarakat.
Dandim 0204/DS, Letkol Inf. Wahidin Sobar, S.Sos., M.Sc., mengatakan pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari upaya membantu menyediakan sarana penghubung yang dapat mendukung aktivitas masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses penghubung antardesa dan mendukung aktivitas perekonomian serta distribusi hasil pertanian,” ujar Dandim.
Menurutnya, keterlibatan TNI bersama pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Semangat gotong royong juga diharapkan tetap terjaga selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kita berharap pembangunan dapat berjalan dengan aman dan lancar, sehingga nantinya jembatan ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari,” katanya.
Selama pelaksanaan pekerjaan, kondisi cuaca dilaporkan cerah pada pagi, siang, hingga sore hari. Situasi di lokasi juga berjalan aman dan terkendali, serta tidak terdapat hal menonjol.
Dengan progres yang telah mencapai 40 persen, pembangunan jembatan gantung tersebut terus dilanjutkan secara bertahap dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.



No comments:
Post a Comment