DELI SERDANG – Personel Koramil 19/Bangun Purba (BP), Kodim 0204/Deli Serdang, melaksanakan pemantauan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Deli Serdang akibat tingginya curah hujan.
Bencana tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Hujan dengan intensitas cukup tinggi mengakibatkan genangan banjir di sejumlah permukiman warga, tanah longsor yang menutup jalan desa, serta kerusakan fasilitas umum.
Wilayah terdampak meliputi Dusun VI Desa Tarean dan Dusun II Desa Kulasar, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai, serta Dusun VII dan Dusun VIII Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang.
Puluhan Kepala Keluarga Terdampak Banjir
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, banjir berdampak pada puluhan kepala keluarga di dua desa. Rinciannya, sebanyak 30 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Desa Mabar dan 15 KK di Desa Kulasar.
Selain genangan banjir, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga. Tercatat tiga KK di Desa Mabar dan satu KK di Desa Kulasar mengalami kerusakan rumah kategori ringan.
Hingga laporan awal disusun, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Dapur umum dan posko bencana juga belum tersedia di lokasi terdampak.
Tanah Longsor Tutup Jalan Desa dan Jembatan Gantung Rusak Berat
Dampak bencana tidak hanya dirasakan oleh warga yang terdampak banjir. Di Desa Tarean, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai, material tanah longsor menutup akses jalan desa sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.
Sementara itu, di Desa Pamah dilaporkan terjadi kerusakan berat pada jembatan gantung yang merupakan salah satu fasilitas umum masyarakat.
Kerusakan infrastruktur tersebut menjadi perhatian dalam upaya penanganan bencana, terutama untuk memastikan keselamatan warga dan mendukung kelancaran akses transportasi setelah kondisi memungkinkan.
Koramil 19/BP Berkoordinasi dengan Pemerintah dan BPBD
Sebagai langkah penanganan, Komandan Koramil 19/BP melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mendukung penanganan dampak banjir dan tanah longsor di wilayah terdampak.
Di lapangan, Babinsa turut membantu kegiatan pembersihan material dan lingkungan yang terdampak bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat serta mengurangi dampak yang menghambat aktivitas sehari-hari.
Koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam penanganan bencana, termasuk pendataan kerusakan, pemantauan kondisi wilayah, serta penentuan langkah lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.
Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
Mengingat bencana dipicu oleh tingginya curah hujan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan.
Warga juga diharapkan menghindari jalan yang tertutup material longsor dan tidak menggunakan jembatan gantung yang mengalami kerusakan berat sampai kondisinya dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Koramil 19/BP Kodim 0204/DS bersama pemerintah kecamatan dan BPBD terus mendukung upaya penanganan bencana serta membantu masyarakat menghadapi dampak yang ditimbulkan.
Melalui koordinasi dan semangat gotong royong, diharapkan proses penanganan dapat berjalan dengan baik sehingga kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih.
TNI Hadir untuk Rakyat — Tanggap Bencana, Peduli Sesama.